Pengalaman Investasi Di Saham EAST
Ketertarikan saya kepada saham EAST diawali dengan ketidaksengajaan saat masih dalam situasi Pandemi COVID-19 pada 2021 lalu.
Waktu itu saya sedang membaca buku Perang Melawan Influenza karya Ravando Lie yang baru saja saya beli dari Gramedia.
Di buku tersebut dijelaskan bahwa Pandemi Flu Spanyol terjadi selama 2 tahun (Februari 1918 – April 1920). Dan setelah itu situasi kembali normal.
"Berarti kalau begitu Pandemi COVID-19 ada kemungkinan hanya berlangsung 2 atau 3 tahun. Setelah itu situasi perekonomian akan kembali pulih, termasuk bisnis emiten di BEI.", pikir saya.
Lalu saya mulai mencari dan membuat story kira-kira bisnis apa yang akan pulih lebih awal setelah Pandemi ini berakhir. Pilihan saya jatuh ke bisnis perhotelan.
Kemudian saya mulai belajar tentang bagaimana bisnis perhotelan dijalankan dari berbagai sumber. Dan saya mulai paham bahwa bisnis tersebut bertumpu kepada sektor pariwisata. Selama sektor pariwisata hidup, maka bisnis perhotelan akan mampu menghasilkan keuntungan.
Dari pengamatan saya di lapangan, saya melihat di akhir 2021, sektor pariwisata Indonesia sudah mulai bangkit sebagai dampak dari kebijakan pemerintah untuk melonggarkan PPKM.
Setelah melakukan screening di aplikasi sekuritas, saya menemukan saham EAST.
Dari segi manajemen, EAST dikelola oleh orang-orang yang berintegritas. Kebijakan mereka dalam mempertahankan kinerja perusahaan ditengah sepinya occupancy rate kamar hotel akibat Pandemi patut diacungi dua jempol. Mereka menyulap meeting room hotel yang membutuhkan biaya perawatan paling besar tapi jarang disewa, menjadi indoor playground dan mini bioskop gratis bagi para pengunjung hotel. Agak mirip dengan kebijakan yang dilakukan oleh manajemen La Quinta Hotel di Amerika Serikat di era 1970 an untuk mengatasi persaingan bisnis perhotelan yang semakin ketat. Sehingga Beban Pokok Pendapatan bisa ditekan dengan tidak mengurangi kualitas pelayanan. Sebagai bukti bahwa EAST memiliki niche yang sulit ditiru oleh perusahaan lain di bisnis yang sama.
Dari segi laporan keuangan, di LK Tahunan 2021, EAST mampu menghasilkan:
CFO = IDR 19,2 miliar
CAPEX = IDR 2 miliar
Net CFO = IDR 19 miliar
Total Liabilities = IDR 14 miliar
Dalam situasi Pandemi saja, EAST mampu menghasilkan keuntungan, apalagi jika situasi normal.
Dengan story tersebut saya lalu memutuskan untuk membeli saham EAST di harga 90 per lembar.
Dan setelah 2 tahun berlalu, pada LK Q3 2023 ini kinerja EAST semakin membaik dengan peningkatan Net CFO, penurunan CAPEX & Total Liabilities, dan saya berharap akan semakin membaik.
Sekian sharing dari saya.
Komentar
Posting Komentar