Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

Pengalaman Investasi Di Saham ACES

Gambar
  Peter Lynch berkata, "Berinvestasilah di saham perusahaan yang bisnisnya Anda pahami.".   Itulah salah satu nasihat investasi yang selalu saya pegang sejak pertama kali memutuskan untuk terjun di pasar modal. Dan salah satu sektor bisnis yang saya pahami adalah retail.  Ketika saya pertama kali membuat RDN pada pertengahan 2020 (Investor Generasi COVID-19 😂), saham PT ACE Hardware Indonesia Tbk. (ACES) sudah menarik minat saya karena kebetulan keluarga saya adalah salah satu pelanggan di perusahaan retail tersebut. Alasannya adalah barang-barang rumah tangga yang dijual di sana memiliki kualitas yang bagus. Bisa dibilang premium malah.  Sayangnya, saat itu valuasi saham ACES masih mahal (PER > 35, PBV > 5). Walaupun valuasi yang mahal tersebut didukung oleh kinerja perusahaan yang masih bagus ( Sales, Net Profit, & CFO > IDR 500 miliar) di tengah situasi Pandemi, tapi bagi saya yang seorang value investor , saya memutuskan untuk menunggu sampai harga...

Trend-sanity

 Sebagaimana trend dalam dunia fashion , di pasar modal juga ada trend yang bersifat sementara yang mampu menciptakan distorsi antara harga saham dan nilai real perusahaan dibalik lembaran saham tersebut dan memengaruhi psikologi pelaku pasar.  Ketika terjadi trend saham bank digital pada pertengahan 2021 sampai pertengahan 2022, saham-saham bank digital harganya naik gila-gilaan, padahal kinerja perusahaannya biasa-biasa saja, bahkan ada yang masih membukukan kerugian di laporan keuangannya.  Sedangkan saham-saham emiten diluar bank digital yang memiliki kinerja bagus, harganya cenderung stagnan bahkan turun.  Inilah yang kami, para investor saham menyebutnya sebagai insanity atau kegilaan di pasar modal. Dan kami tidak perlu mengikuti arus kegilaan tersebut.  Investor harus ekstra hati-hati dalam membeli saham emiten yang menjadi trend sesaat karena harganya yang terlalu mahal akibat interpretasi yang terlalu berlebihan terhadap prospek bisnis emiten ter...

Suku Bunga Dalam Perspektif Investor Saham

 Hari ini, Kamis, 19 Oktober 2023, Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan.  Dengan demikian, maka BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) berada di level 6%.  Suku bunga Deposit Facility naik menjadi 5,25%. Suku bunga Lending Facility naik menjadi 6,75%.  Lalu, apa dampaknya terhadap pasar modal Indonesia (BEI)?  Hal ini akan menjadi sentimen negatif terhadap emiten atau perusahaan publik yang memiliki utang bank dalam jumlah besar (DER > 50%),  sehingga para investor institusional (lokal maupun asing) yang mengelola dana masyarakat dalam bentuk reksadana akan melakukan aksi jual saham emiten yang memiliki DER > 50% di dalam portofolio mereka. Walaupun pada praktiknya, saham-saham emiten yang memiliki utang bank sedikit (DER < 50%) juga akan ikut dijual. Lalu memindahkan dana tersebut ke dalam instrumen investasi lain yang untuk sementara dianggap lebih aman dan menguntungkan dari segi return dalam jangka pendek, misalnya obligas...

Buku Referensi Untuk Investor Saham

Sejak saya memutuskan untuk terjun ke pasar modal, saya sudah punya prinsip untuk menjadi seorang investor. Bukan trader. Apalagi scalper.  Sehingga setelah akun RDN saya jadi, saya tidak langsung melakukan pembelian saham pertama saya. Justru sebaliknya, saya memutuskan untuk belajar tentang bagaimana cara melakukan investasi saham yang baik dan benar dengan membaca buku-buku karya para investor senior yang sudah terbukti sukses dan kaya dari saham supaya saya terhindar dari kehilangan uang di pasar modal.  Beberapa judul buku tersebut adalah:  1. The Intelligent Investor (Benjamin Graham)  2. Warren Buffett and The Interpretation of Financial Statements (Mary Buffett & David Clark)  3. Learn To Earn (Peter Lynch & John Rothchild)  4. One Up On Wall Street (Peter Lynch & John Rothchild)  5. Common Stocks and Uncommon Profits (Phillips Arthur Fisher)  6. Cara Mudah Membaca Laporan Keuangan (Joeliardi Sunendar)  Karena keterbatasan...