Suku Bunga Dalam Perspektif Investor Saham
Hari ini, Kamis, 19 Oktober 2023, Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan. Dengan demikian, maka BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) berada di level 6%.
Suku bunga Deposit Facility naik menjadi 5,25%. Suku bunga Lending Facility naik menjadi 6,75%.
Lalu, apa dampaknya terhadap pasar modal Indonesia (BEI)?
Hal ini akan menjadi sentimen negatif terhadap emiten atau perusahaan publik yang memiliki utang bank dalam jumlah besar (DER > 50%), sehingga para investor institusional (lokal maupun asing) yang mengelola dana masyarakat dalam bentuk reksadana akan melakukan aksi jual saham emiten yang memiliki DER > 50% di dalam portofolio mereka. Walaupun pada praktiknya, saham-saham emiten yang memiliki utang bank sedikit (DER < 50%) juga akan ikut dijual. Lalu memindahkan dana tersebut ke dalam instrumen investasi lain yang untuk sementara dianggap lebih aman dan menguntungkan dari segi return dalam jangka pendek, misalnya obligasi.
Sehingga, ketika banyak pihak yang menjual saham, maka harga saham akan turun dan IHSG akan anjlok.
Terus, bagaimana sikap yang harus kita ambil sebagai investor individual yang tidak terikat dengan client dan memiliki kemewahan yang tidak dimiliki oleh investor institusional, yaitu time frame yang panjang dalam berinvestasi saham?
Jawabannya sederhana. Kita harus memanfaatkan momen berharga ini untuk membeli saham-saham emiten yang bagus disaat harganya sedang turun.
Komentar
Posting Komentar