Analisis Saham INDS
INDS (PT Indospring Tbk.) adalah produsen leaf springs, coil springs, dan stabiliser bar untuk kendaraan roda empat.
INDS adalah bagian dari Indoprima Group.
Bisa dikatakan bahwa INDS termasuk saham cyclical karena volume penjualan produk sparepart-nya tergantung dari volume penjualan kendaraan roda empat.
Dari segi kualitatif, saya melihat manajemen atas INDS memiliki hubungan yang baik dengan manajemen di bawahnya, bahkan sampai ke karyawan pabrik. Hal itu bisa dilihat dari kegiatan musyawarah yang sering dilakukan oleh pihak manajemen untuk mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan di perusahaan untuk mendiskusikan berbagai hal penting yang terjadi di luar (trend) yang sekiranya memiliki dampak baik maupun buruk bagi perusahaan dan bagaimana mencari solusinya.
Dengan pengalaman lebih dari 45 tahun, INDS mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan sudah diekspor ke lebih dari 100 negara.
Namun sayangnya, bahan baku yang digunakan dalam proses produksi dibeli dari luar negeri (impor) sehingga kenaikan nilai tukar USD terhadap IDR bisa meningkatkan COGS dan mengurangi Profit Margin perusahaan. Begitu pula sebaliknya.
Berdasarkan laporan keuangan Q3 2023, dari segi kuantitatif,
1. INDS bukan termasuk saham Net Cash karena Cash & Equivalent Cash-nya belum bisa meng-cover Total Liabilities.
2. DER masih aman (30,47%).
3. Penjualan > 70% dilakukan secara tunai.
4. Laba Bersih naik 48% QtoQ. Namun ketika saya teliti, Laba Bersih antara 2017 - 2020 mengalami penurunan rata-rata 17% per tahun. Hal ini disebabkan oleh penurunan volume penjualan spring sebagai imbas dari penurunan permintaan kendaraan roda empat di rentang tahun tersebut. Tapi seiring dengan selesainya Pandemi COVID-19 dan permintaan kendaraan roda empat kembali meningkat, ada harapan bagi kenaikan permintaan spring.
5. Saldo Laba Bersih Yang Ditahan semakin bertambah. Dari Modal Dasar sebesar IDR 905 M kini sudah menjadi IDR 3 T. Maka setiap IDR 1 yang diinvestasikan oleh perusahaan kini sudah menjadi IDR 3,5.
6. Dari segi alokasi CAPEX, sebagaimana sektor manufacture yang termasuk Capital Intensive, INDS menggelontorkan 64,5% dari Net CFO sebagai CAPEX dan dialokasikan untuk pembelian aset tetap produktif berupa mesin & tanah untuk perluasan dan pembangunan pabrik.
Mungkin ini yang bisa saya sharing. CMIIW. 🙂
Komentar
Posting Komentar